Wakil Bupati Magetan Buka Festival Literasi 2026, Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Belajar dan Pemberdayaan

  • 2026-09-11T13:44:45
Wakil Bupati Magetan Buka Festival Literasi 2026, Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Belajar dan Pemberdayaan

Sahabat Prokopim,

Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat, membuka Festival Literasi 2026 Kabupaten Magetan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong peningkatan budaya literasi sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar, berkegiatan, dan pemberdayaan masyarakat, bertempat di Gedung Literasi Magetan, Kecamatan Plaosan pada Kamis (10/09).

Festival Literasi 2026 dihadiri sejumlah pemangku kepentingan di bidang perpustakaan dan literasi. Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan yang menyampaikan pentingnya membangun budaya membaca dan meningkatkan minat masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber pengetahuan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Magetan menekankan bahwa perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan membaca buku. Lebih dari itu, perpustakaan diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan masyarakat yang memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian masyarakat.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ekosistem literasi, Pengembangan perpustakaan perlu diarahkan agar semakin inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Magetan Kang Suyat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Literasi 2026. Menurutnya, literasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital.

“Perpustakaan harus kita jadikan sebagai ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat. Tidak hanya untuk membaca buku, tetapi juga tempat bertukar pengetahuan, mengembangkan keterampilan, berinovasi, dan pada akhirnya mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kang Suyat.

Kang Suyat juga mendorong agar keberadaan perpustakaan semakin dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Pemanfaatan teknologi digital dinilai penting untuk membuat layanan perpustakaan semakin menarik, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Menurutnya, budaya literasi tidak cukup hanya dibangun melalui kegiatan membaca, tetapi juga harus diwujudkan dalam kemampuan masyarakat untuk memahami informasi, berpikir kritis, menciptakan inovasi, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Semoga Festival Literasi ini menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat membaca, belajar dan berkarya. Mari kita bersama-sama menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Magetan,” tambah Kang Suyat.

Festival Literasi 2026 diharapkan dapat menjadi penggerak bagi tumbuhnya budaya literasi di Kabupaten Magetan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, perpustakaan, sekolah, komunitas, dan masyarakat, literasi diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan membaca, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, produktif, kreatif, dan berdaya.

Festival Literasi tersebut digelar 10–12 September 2026 dengan menghadirkan beragam kegiatan dan layanan bagi masyarakat. Sejumlah pelayanan publik turut hadir, di antaranya pelayanan Samsat Magetan, layanan administrasi kependudukan, layanan pertanahan, cek kesehatan gratis, dan donor darah.

Pembukaan Festival Literasi tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Magetan, Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpustakaan Nasional RI, Ketua Komisi A DPRD Magetan, kepala dinas perpustakaan se-Jawa Timur, jajaran Asisten dan perangkat daerah, Ketua Dharma Wanita Persatuan, pimpinan BUMD, serta perwakilan instansi vertikal.

(Prokopim/adm/bee)

Cari Produk Hukum